Wisata Solo Asyik Ya

Solo itu ibarat sepiring Nasi Liwet; lembut, bikin kangen, dan nggak pernah gagal bikin hati adem. Kalau kamu pikir Solo cuma soal keraton yang megah, siap-siap buat “tersesat” di keasyikan yang lebih dari sekadar sejarah.

Berikut adalah gambaran betapa asyiknya main ke Solo:

1. Kota yang Nggak Bisa “Ngebut”

Di Solo, waktu seolah berjalan pakai slow motion. Kamu nggak bakal nemu orang klakson-klakson emosi di jalan raya (kecuali kalau ada hajatan yang nutup jalan, itu beda cerita). Di sini, keramahan warganya begitu tulus sampai-sampai kalau kamu tanya jalan, kamu mungkin nggak cuma dikasih petunjuk, tapi juga diajak mampir minum wedangan.

2. Surga Kuliner: Diet Adalah Mitos

Jangan pernah bilang “Lagi diet” kalau sudah sampai di Solo. Itu adalah sebuah penghinaan bagi aroma Sate Buntel yang menggoda atau gurihnya Selat Solo. Wisata kuliner di sini tersedia 24 jam. Pagi makan Soto, siang makan Tengkleng, malam “nyungsep” di Galabo atau Pasar Gede. Ingat, di Solo, perut kenyang adalah hak segala bangsa!

3. Belanja Batik Tanpa Bikin Kantik (Kantong Panik)

Ke Pasar Klewer atau Kampung Batik Laweyan itu ujian iman. Kamu bakal nemu kain-kain cantik dengan harga yang bikin kamu mikir, “Ini yang jualan apa nggak rugi ya?”. Tipsnya cuma satu: bawa uang tunai secukupnya, karena kalau bawa kartu ATM, bisa-bisa seisi pasar mau kamu borong pulang.

4. Malam Minggu yang “Estetik”

Malam hari di Solo itu romantisnya juara. Kamu bisa nongkrong di depan Balai Kota yang sering ada hiasan lampion, atau sekadar jalan kaki di Ngarsopuro. Kalau mau yang agak extra, naik Sepur Kluthuk Jaladara, kereta uap tua yang lewat di tengah kota. Rasanya seperti jadi bangsawan zaman dulu, tapi bedanya sekarang kamu sibuk bikin konten TikTok.

Wisata ke Solo itu bukan cuma soal pindah tempat tidur, tapi soal “mengisi ulang” kesabaran dan kebahagiaan. Hati-hati, saking asyiknya, banyak yang datang ke Solo sebagai turis, pulangnya malah pengen jadi warga lokal.